Showing posts with label fatin. Show all posts
Showing posts with label fatin. Show all posts

Tuesday, November 19, 2024

Medley Dahulu - Hanya Memuji - 50 Tahun Lagi cover BandEL Band Elektro dalam Festival Band ITB VI Tahun 2024

 


BAND-EL (catatan @uddaeddy)


  1. DAHULU

Dahulu… semua indah

Dahulu… ku menjadi bunga cintamu


Hari ini saat yang kunanti

Satu malam bertemu denganmu

Tiada pernah coba kau lewatkan

Malam minggu bertemu denganku


Reff:

Dahulu… semua indah

Dahulu… terasa bergelora

Dahulu… hanya ada aku

Dahulu… ku menjadi bunga cintamu


Setiap kali selalu ku tanyakan

Ada siapa di hatiku selain dirimu

Aku bilang banyak kesibukan

Hingga kulewatkan hari - hari indah bersamamu


Back to Reff

Dahulu… semua indah

Dahulu… terasa bergelora

Dahulu… hanya ada aku

Dahulu… ku menjadi bunga cintamu

Semua indah dan bergelora engkau dan aku


  1. HANYA MEMUJI

sejenak aku pun terpana

melihat dia di depanku

dia menjerat hatiku

menatapku tajam


di sini di dalam dadaku

ada getar lugu tak ku sebut

dia menjerat hatiku

menatapku tajam


reff:


kuakui tubuhku melunglai

sempat ku memuji dalam hatiku

jangan pikir aku kan mencinta

ku hanya kagumi, hanya memuji


di sini di dalam dadaku

ada getar lugu tak ku sebut

dia menjerat hatiku

menatapku tajam


repeat reff

kuakui tubuhku melunglai

sempat ku memuji dalam hatiku

jangan pikir aku kan mencinta

ku hanya kagumi, hanya memuji


Tuhan, katakanlah

Diri ini pun puji

Biar berteman saja

Biarlah



  1. 50 TAHUN LAGI


kau bilang kini kau tak menarik lagi

tapi ku merasa kau tidak

kau selalu bertanya apa ku masih cinta

dari pertanyaanmu sepertinya kau takut


sekarang atau 50 tahun lagi

ku masih akan tetap mencintaimu

tak ada bedanya rasa cintaku

masih sama seperti pertama bertemu


kuingin tahu pernahkah kau duakanku

bermain cinta dibelakangku bersenang senang

dari pertanyaanmu sepertinya kau takut


sekarang atau 50 tahun lagi

ku masih akan tetap mencintaimu

tak ada  bedannya rasa cintaku

masih sama seperti pertama bertemu


diulang-ulang


Saturday, July 23, 2016

Sebatang Pohon - Various Artist



Lirik Versi 1-------------------
Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup Seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya 2x

Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya 2x

Kami sembahyang fardhu sembahyang
Sunnah yang ada bukan sembarang
Supaya Allah menjadi sayang
Kami bekerja hatilah riang

Kami sembahyang lima lah waktu
Siang dan malam sudahlah tentu
Hidup dikubur yatim iatu
Tinggallah seorang dipukul dipalu

Dipukul dipalu sehari-hari
Barulah ia sadarkan diri
Hidup didunia tiada berarti
Akhirat di sana sangatlah rugi

Lirik Versi 2-------------------
Hidup bagaikan sebatang pohon...
Lebat bunganya serta buahnya...
Walaupun hidup seribu tahun...
Kalau tak sembahyang apa gunanya...
Walaupun hidup seribu tahun...
Kalau tak sembahyang apa gunanya...

Kami bekerja sehari-hari...
Dengan mengharap rizki Ilahi...
Walaupun hidup seribu tahun...
Kalau tak sembahyang apa gunanya...
Walaupun hidup seribu tahun...
Kalau tak sembahyang apa gunanya...

Kami lakukan sembahyang fardhu...
Tak lupa juga sembahyang sunnah...
Supaya Allah menjadi sayang...
Kami bekerja hatilah riang...
Supaya Allah menjadi sayang...
Kami bekerja hatilah riang...

Wajib sembahyang bagi muslimin...
Lima waktu yang tlah ditentukan...
Janganlah jangan kita tinggalkan...
Karena itu perintah Tuhan...
Janganlah jangan kita tinggalkan...
Karena itu perintah Tuhan...

Didalam kubur kita sendiri...
Tiada lagi yang menemani...
Bila tak taat pada Ilahi...
Niscaya siksa menimpa diri...
Bila tak taat pada Ilahi...
Niscaya siksa menimpa diri...

Kami lakukan sembahyang fardhu...
Lima waktu yang tlah ditentukan...
Janganlah jangan kita tinggalkan...
Karena itu perintah Tuhan...
Janganlah jangan kita tinggalkan...
Karena itu perintah Tuhan...

Didalam kubur kita sendiri...
Tiada lagi yang menemani...
Bila tak taat pada Ilahi...
Niscaya siksa menimpa diri...
Bila tak taat pada Ilahi...
Niscaya siksa menimpa diri.